Jakarta –Media konvensional seperti radio kini memiliki peluang emas untuk terus tumbuh dengan memanfaatkan strategi adaptasi cerdas dari Qudo. Kehadiran AI Radio menjadi jawaban atas perubahan perilaku pendengar yang kini mengakses konten melalui streaming dan media sosial. Qudo membantu radio bertransformasi dari media tradisional menjadi platform digital yang lebih interaktif serta adaptif terhadap kebutuhan data audiens modern.
Strategi yang diusung oleh Qudo difokuskan pada penguatan konten informasi yang bersifat rutin namun krusial seperti berita dan laporan lalu lintas. Dengan teknologi kecerdasan buatan, radio dapat memproses data secara real-time menjadi narasi siaran yang jernih dalam sekejap. Hal ini memberikan nilai tambah bagi stasiun radio karena mampu memberikan informasi yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat yang sedang bermobilitas di jalan raya.
Radio Most FM telah membuktikan keandalan teknologi Qudo dalam operasional harian mereka. Melalui kolaborasi ini, Most FM menghadirkan karakter penyiar AI untuk segmen berita dan lalu lintas secara konsisten. Langkah ini menunjukkan bagaimana teknologi AI dapat berkolaborasi dengan sistem redaksional yang telah ada tanpa mengesampingkan kode etik penyiaran. Digitalisasi penyiaran menjadi pintu penting untuk menjaga relevansi media di tengah persaingan platform global.
Selain efisiensi operasional, strategi Qudo juga mencakup eksperimen kreatif dengan menghadirkan karakter virtual di ruang siar. Hal ini memberikan kesegaran bagi format siaran tradisional sehingga dapat menarik minat generasi muda untuk kembali mendengarkan radio. Melalui teknologi Qudo, media konvensional kini memiliki alat yang mumpuni untuk tetap menjadi sumber informasi utama yang relevan serta bermanfaat bagi masyarakat luas di seluruh Indonesia.












